PRITHVI MATA /per.ti.wi ma.ta/ - THE BIRTH OF NUSANTARA

 

Ia dikenal lewat banyak nama. Ia dikenal di banyak budaya. Ia dikenal sebagai ibu kehidupan. Namun, ada satu tempat yang dipilihnya sebagai rumah. Tempat yang terindah di matanya, yang ia beri nama Nusantara. Di kepulauan yang dikeliling bingkai lautan biru, bermandikan matahari terang, dan diliputi hijau nan lekang, Prithvi Mata mencapai potensi puncaknya sebagai ibu kehidupan.

 

Prithvi Mata, Sang Ibu Pertiwi, tidak terjadi begitu saja. Prithvi Mata telah melalui berbagai proses dan transformasi hingga akhirnya mewujud menjadi sebuah tempat yang mampu melahirkan kehidupan demi kehidupan, rumah bagi berbagai makhluk dari berbagai dunia—flora, fauna, dan manusia.

 

Prithvi Mata melahirkan tiga anak di Nusantara. Sama-sama tangguh dengan karakter yang berlainan. Svarnabhummi, seorang pelaut sohor yang tinggal di pulau nan kaya akan emas. Javadvipa, seorang pengelana dari pulau subur dengan kekayaan botani nan melimpah. Purvanusa, puteri cantik yang menjaga bumi sebelah Timur dengan keragaman fauna yang menakjubkan.

Berkat spirit ibu pertiwi yang mengalir deras tak henti, ketiga negeri yang diasuh ketiga anak Prithvi Mata tersebut tumbuh menjadi negeri-negeri besar.

 

Svarnnabhumi /swar.na.bu.mi/ membangun Negara Emas. Kemuliaan ibu pertiwi terpendam di dalam tanahnya yang kaya akan logam mulia. Keahlian melaut Svarnnabhumi menjadikan negara itu memiliki kekuatan bahari yang sohor ke seluruh penjuru dunia. Kapal-kapal terbaik dan terhebat datang dari sana. Biru merupakan warna kesukaan dan identitas Svarnnabhumi.

 

Yavadvipa /ja.wa.dwi.pa/ membangun Negeri Agung. Negeri ini memanifestasikan kesuburan Prithvi Mata lewat kekayaan botani yang berlimpah ruah. Kembang, daun, pohon, mulai dari yang mempercantik, mengobati, hingga memberi gizi, hadir membuncah di dataran tinggi Nagari Agung. Hijau menjadi warna dan identitas Yavadvipa.

 

Sementara itu, Purvanusa /pur.wa.nu.sa/ membangun Negeri Timur. Lanskap dataran rendah di Timur mewujudkan keunikan Prithvi Mata lewat karakteristik flora fauna eksotis yang tiada duanya. Kuning menjadi simbol bagi uniknya kehidupan di dataran rendah Negeri Timur.

 

Persaudaraan mereka bertiga ikut tercermin dalam hubungan ketiga negeri itu. Meski memiliki karakteristik berbeda, ketiga negeri tadi saling melengkapi. Eksistensi ketiganya merupakan perwujudan ketunggalan sekaligus kemajemukan Prithvi Mata. Relasi harmonis antara Svarnnabhumi, Yavadvipa, dan Purvanusa, membawa kedamaian dan kemakmuran di Nusantara. Pilar agraria, fauna, serta kelautan mengukuhkan kekuatan bumi Nusantara di mata dunia.

SVARNNABHUMI /swar.na.bu.mi/

Svarnnabhumi, pelaut gagah yang membangun Negeri Emas. Meski daratan Negeri Emas kaya akan logam mulia, kecintaan Svarnnabhumi pada lautan tidak tersurutkan. Ia menjelajah bumi lewat jalur laut bersama kapal-kapal terbaiknya. Kekuatan bahari Negeri Emas membuat negara ini disegani bangsa lain di dunia. Ketika Svarnnabhumi berdiri di haluan kapal dengan baju birunya yang mentereng dan berwibawa, laut seolah menyambut raja agung itu dengan mengirimkan angin dan arus yang bersahabat agar kapal Svarnnabhumi melaju pesat.

 

YAVADVIPA /ja.wa.dwi.pa/

Yavadvipa, raja bijaksana yang membangun Negeri Agung. Di tanah ini, kesuburan ibu pertiwi termanifestasikan lewat kekayaan botani yang berlimpah ruah. Kembang, daun, pohon, mulai dari yang mempercantik, mengobati, hingga memberi gizi, hadir membuncah di dataran tinggi Negeri Agung. Negeri ini tidak pernah kekurangan pangan. Yavadvipa, dalam busana hijaunya yang indah menyejukkan, ikut memastikan bukan hanya negerinya yang makmur, ia pun mengirimkan kelebihan pangan dan hasil taninya ke negara-negara lain yang membutuhkan. Hutan-hutan raya di Negeri Agung merupakan harta tak ternilai karena memiliki begitu banyak tanaman obat nan mujarab. Dunia menaruh hormat pada Yavadvipa karena kemurahan hati dan tangan dinginnya merawat kesuburan Negeri Agung.

 

PURVANUSA /pur.wa.nu.sa/

Purvanusa, putri cantik yang beranjak menjadi ratu yang memimpin Negeri Timur. Ketika orang-orang diminta mendeskripsikan Negeri Timur, kata “unik”, “cantik”, dan “eksotis”, hampir pasti akan terlontar. Sulit memisahkan Negeri Timur dari Purvanusa yang merupakan pengejawantahan sempurna dari ketiga kualitas itu. Daya tarik Negeri Timur adalah misterinya yang mengundang keingintahuan, serta kecantikan Purvanusa yang memikat. Sementara, karakter eksotis flora dan faunanya merupakan konsekuensi dari lanskap dataran rendah khas Negeri Timur. Purvanusa kerap mengenakan warna kuning, serupa warna matahari yang bersinar garang di atas bumi Timur. Kuning pun ikut memancarkan kecantikan Purvanusa yang tiada tara. Selamanya, pesona Purvanusa dan Negeri Timur menjadi buah bibir yang menjalar dan menyebar ke setiap sudut bumi.

enyebar ke setiap sudut bumi.